Nyaman Buang Air Kecil dengan Toilet Portebel

Nyaman buang air kecil dengan toilet portebel

Upaya untuk memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat membuat berbagai instansi mulai memberikan kemudahan dalam buang air kecil dengan toilet porteble. instansi-instansi tersebut di antaranya: PT. Kereta api Indonesia, Pemerintah kota, sarana transportasi bus, kegiatan di alam terbuka dan masih banyak lagi. Adanya toilet porteable ini membantu masyarakat untuk bisa buang air kecil di dalam kereta, bus ataupun di tempat umum, masalah buang air kecil ini perlu diperhitungkan mengingat ketika dalam perjalanan jauh orang sering kali menahan kencing, padahal menahan kencing bisa berdampak buruk pada kesehatan seperti penyakit radang saluran kencing, batu ginjal, masalah uterus dll.

Sebenarnya apa itu toilet porteble?

Toilet porteble adalah sebuah produk yang telah dirancang untuk kebutuhan sanitasi dengan kelebihan dapat ditempatkan sesuai dengan kebutuhan. Perbedaannya dengan toilet rumah atau toilet biasa ada pada bentuk toiletnya, bila pada toilet biasa/rumah di batasi dengan dinding tembok pada toilet porteble dibatasi dengan material fiberglass atau Hdpe sehingga ringan dan mudah diposisikan di mana saja.

Fasilitas yang ada di toilet porteble

Fasilitas yang ada di toilet porteble ini masuk dalam kategori lengkap ada kran air, gantungan baju, bak air, kunci pintu, stop kontak untuk lampu, lampu, closet duduk atau jongkok, jet spray, toren air dan septic tank. Semua fasilitas tersebut  sebagai perlengkapan standar dari sebuah toilet porteble. Dengan adanya fasilitas tersebut tidak salah bila sekarang banyak orang di Indonesia tertarik untuk menggunakan toilet porteble.

Kelebihan penggunaan toilet porteble

Dari namanya saja “porteble” sudah pasti toilet ini lebih praktis dari pada toilet biasa, ukurannya juga lebih kecil, ringan dan mudah diletakkan sesuai dengan kebutuhan. Dari segi harga toilet porteble di jual dengan harga yang masih wajar. Di negara maju penggunaan toilet porteble bisa kita temui di tempat berkemah di alam, jadi pihak penyelenggara atau panitia tidak perlu kesusahan mencari lokasi yang bisa dipakai untuk berkemah, masalah sanitasi ketika berkemah juga bisa diatasi.…

Ternyata Karena Hal Ini Septic Tank Jadi Cepat Full

Salah satu konstruksi di rumah yang terkadang sering diabaikan adalah septic tank. Mungkin karena fungsinya yang dianggap hanya sebagai tempat penampungan limbah dari toilet, sehingga lepas dari perhatian penghuni rumah. Padahal, ketika dalam pembangunannya mengalami kesalahan, akan berdampak pada lingkungan sekitar yang bisa saja tercemar dan bahkan menyebarkan aroma tidak enak ke berbagai tempat. Apalagi jika sumur WC tersebut cepat sekali penuh, kemudian berakibat pada toilet yang tidak bisa digunakan.

Namun, mengapa kejadian seperti sumur WC cepat penuh ini sering terjadi? Melansir dari https://www.septictankmodern.com/septic-tank-bio/ Hal tersebut karena disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini.

Lokasi Pembangungan yang Tidak Sesuai

Lokasi Pembangungan yang Tidak Sesuai

Ketika membangun bakpenampungan, banyak yang sering asal. Misalnya seperti membangun di lokasi yang debit airnya tinggi. Hal ini tentu membuat kerja tanah untuk menyerap limbah menjadi kurang, akhirnya di dalam sumur WC malah penuh dengan rembesan air tanah, bukannya menyusut. Ketika musim kemarau mungkin efeknya belum terlalu terlihat, tapi ketika musim penghujan tiba, debit air semakin naik, akhirnya limbah dalam tangki akan naik dan memenuhi tempat penampungan. Akan lebih buruk jika limbahnya sampai meluber, bahkan menyumbat toilet di kamar mandi.

Sistem yang Seharusnya Bekerja Mengalami Masalah

Sistem yang Seharusnya Bekerja Mengalami Masalah

Sistem yang bekerja pada sumur WC biasanya didukung oleh kerja dua sumur penampungan limbah, daya serap tanah, dan paralon yang menghubungkan semua kegiatan dari masing-masing tempat. Ketika limbah dari toilet memasuki sumur penampungan, maka idealnya tanah yang berada di bawah akan menyerap air dari limbah, kemudian yang tersisah hanya kotoran padat. Namun, ketika fungsi penyerapan dari tanah berkurang. Tentu saja limbah cair tadi tetap ada di sana dan lama kelamaan akan memenuhi ruang dalam septic tank.

Bisa juga disebabkan oleh fungsi paralon yang tidak bekerja dengan semestinya.Paralon yang seharusnya mengalirkan limbah cair ke parit atau tempat pembuangan di luar sumur, mengalami penyumbatan karena hal-hal tertentu. Kemudian air yang menetap di dalam sumur akan naik terus-menerus, akhirnya sumur WC tersebut cepat penuh.

Tidak Adanya Bakteri Pengurai

Tidak Adanya Bakteri Pengurai

Perlu Anda sadari bahwa memasukkan air deterjen maupun obat pembersih porselain ke dalam kloset akan mengakibatkan kematian pada bakteri yang hidup di dalam tangki penampungan kotoran. Peran bakteri pengurai ini sangatlah penting, karena dapat mengolah limbah sehingga tidak mencemari lingkungan dan dapat lebih mudah diserap oleh tanah di bawahnya. Kotoran yang tidak terurai, pastinya akan menumpuk dan berakibat pada mampetnya septic tank Anda.

Adanya Sampah yang Tidak Mudah Terurai

Adanya Sampah yang Tidak Mudah Terurai

Inilah mengapa sering ada larangan supaya tidak membuang pembalut, plastik maupun benda-benda tertentu ke dalam kloset, karena akibatnya ada pada sumur WC yang menjadi penuh. Bahkan bisa menyebabkan kemampetan saluran. Hal seperti ini tentunya sangat mengganggu dan membuat Anda jadi mengeluarkan dana lebih banyak untuk perawatan.…

Membuat Tangki Air dengan Bambu dan Semen

Dewasa ini tangki air memiliki beragam desain dan jenis baik dari ragam bentuk sampai jenis bahan yang digunakan sebagai pokok utama pembuatannya. Namun tak jarang masyarakat kurang puas dengan pilihan ragam tersebut juga karena tidak cocoknya harga dengan manfaat yang didapatkannya. Idealnya sebuah rumah memiliki tangki penampung air sebagai penampungan air bersih yang akan digunakan dalam kehidupan skala individu (rumah tangga). Untuk anda yang menginginkan tangki air sederhana yang berfungsi maksimal, anda bisa membuatnya sendiri dengan perencanaan yang matang.

Membuat Tangki Air dengan Bambu dan Semen

Cara membuat tangki air panel ini cukup mudah untuk dilakukan dengan menggunakan bahan bambu dan semen juga mengandalkan perencanaan desain yang maksimal, kita dapat membangun tangki air yang kuat untuk digunakan sebagai penampung air di rumah. Bambu sering digunakan sebagai bahan bangunan dapat juga digunakan sebagai kerangka pembentuk tangki yang kemudian akan dilapisi dengan semen. Bahan dan cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

  1. Semen
  2. Pasir
  3. Kerikil
  4. Batang bmbu
  5. Snar
  6. Stop kran
  7. Elbog
  8. Kerekan
  9. pipa pengambilan
  10. Pipa pengurasan
  11. Pipa peluap
  12. Botol plastik
  13. Pipa pengukur, lot
  14. Saringan nyamuk yang kecil kecil lubangnya
  15. Ijuk penyaring
  16. Gedeg

Cara membuatnya:

  • Bambu yang tersedia dibelah menjadi bagian yang berukuran pebar 1-1,5 cm untuk dibuat anyaman berluvang mata jala. Untuk dijadikan kerangka pondasi tulang dinding, tulang tegak, tulang mendatar. Lalu dibentuk menyerupai kerangka tangki berbentuk silinder atau tabung
  • Pada tanah tandai bentuk silindris sebagai acuan untuk menempatkan kerangka dari anyaman tersebut. Kerangka tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk mengisi semen
  • Kemudian jika lokasi penmpatan sudah pas, lkukan penyemenan terhadap kerangka tangki tersebut yang kemudian disusul dengan melakukan plasteran dan dibagian luarnya diberi penguat sehingga tidak roboh menggunakan bilah papan
  • Pertama lakukan plasteran dibagian dalam kerangka tangki selanjutnya setelah kering lakukan plasteran dibagian luar .
  • Selanjutnya diikuti dengan memasang perangkat penyaluran air yang menyambung dengan saluran air rumah anda.

Secara umum gambaran pembuatan tangki air mandiri menggunakan bahan bambu dan juga semen untuk menopang tangki air yang minimalis dan ekonomis.…